Selasa, 01 November 2016

KOPI TORAJA 


Dislide selanjutnya ini gue mau ngenalin kopi Indonesia yang juga udah mendunia, ada yang tau apa itu kopi toraja? sebelum gue jelasin kopi toraja kita bahas dulu suku toraja. Suku Toraja adalah suku yang menetap di pegunungan bagian utara Sulawesi Selatan, Indonesia. Populasinya diperkirakan sekitar 1 juta jiwa, dengan sekitar 500.000 di antaranya masih tinggal di Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Toraja Utara, dan Kabupaten Mamasa. Mayoritas suku Toraja memeluk agama Kristen, sementara sebagian menganut Islam dan kepercayaan animisme yang dikenal sebagai Aluk To Dolo. Pemerintah Indonesia telah mengakui kepercayaan ini sebagai bagian dari Agama Hindu Dharma.
Kata toraja berasal dari bahasa Bugis, to riaja, yang berarti "orang yang berdiam di negeri atas". Pemerintah kolonial Belanda menamai suku ini Toraja pada tahun 1909. Suku Toraja terkenal akan ritual pemakaman, rumah adat tongkonan dan ukiran kayunya. Ritual pemakaman Toraja merupakan peristiwa sosial yang penting, biasanya dihadiri oleh ratusan orang dan berlangsung selama beberapa hari.Sebelum abad ke-20, suku Toraja tinggal di desa-desa otonom. Mereka masih menganut animisme dan belum tersentuh oleh dunia luar. Pada awal tahun 1900-an, misionaris Belanda datang dan menyebarkan agama Kristen. Setelah semakin terbuka kepada dunia luar pada tahun 1970-an, kabupaten Tana Toraja menjadi lambang pariwisata Indonesia. Tana Toraja dimanfaatkan oleh pengembang pariwisata dan dipelajari oleh antropolog. Masyarakat Toraja sejak tahun 1990-an mengalami transformasi budaya, dari masyarakat berkepercayaan tradisional dan agraris, menjadi masyarakat yang mayoritas beragama Kristen dan mengandalkan sektor pariwisata yang terus meningkat.Selain terkenal dengan wisata alam dan budayanya yang sungguh mempesona, Tana Toraja juga dikenal dengan aroma kopinya yang memikat selera. Akan terasa belum lengkap jika berkunjung ke kota Tondok Lepongan Bulan ini tanpa mencicipi atau membeli kopi Arabika asli Toraja. Lantaran aroma dan cita rasanya yang sedap, memang sangat pantas bila kopi jenis arabika ini dijuluki dengan istilah "Queen of Coffee".

Selain terkenal dengan wisata alam dan budayanya yang sungguh mempesona, Tana Toraja juga dikenal dengan aroma kopinya yang memikat selera. Akan terasa belum lengkap jika berkunjung ke kota Tondok Lepongan Bulan ini tanpa mencicipi atau membeli kopi Arabika asli Toraja. Lantaran aroma dan cita rasanya yang sedap, memang sangat pantas bila kopi jenis arabika ini dijuluki dengan istilah "Queen of Coffee". Kopi Toraja juga lebih dikenal dengan aromanya yang herbal. Apalagi jika segelas kopi Toraja ditambahin sehelai daun mint,,wou.. rasanya pasti lebih berbeda. Berawal dari tangan para petani, hingga tersebar di seluruh dunia, kopi Toraja selalu meninggalkan jejak-jejak aroma kebanggan bagi negeri ini. Salah satu jenis kopi Toraja yang merupakan jenis kopi terbaik dan termahal di dunia adalah kopi luwak. Wow, tidak tanggung-tanggung, ternyata jenis kopi ini dihargai dengan kisaran harga US$50 atau sekitar Rp 500 ribu setiap cangkirnya. Jika ingin membelinya dalam bentuk kemasan, kita harus relah merego kocek sebesar US$ 600 per 4,5 Kg nya. Yang menarik dari jenis kopi ini adalah prosesnya yang sangat unik hingga bisa tersaji dalam secangkir aroma hitam yang sungguh nikmat. Kopi luwak berawal dari biji kopi yang ditemukan pada kotoran luwak. Luwak adalah sejenis hewan tupai yang banyak hidup di pinggir hutan dekat perkebunan kopi. Oleh karena itu kopi ini diberi nama kopi Luwak. Anda tertarik dengan kopi ini..??? pasti lebih bercita rasa tinggi lagi jika dipadukan dengan sebatang rokok Djarum Black. Kopi Toraja yang juga terkenal adalah kopi yang bermerek kawata. selain merek ini, masih ada kopi-kopi Toraja merek lainnya seperti Kopi Toraja Arabica Kalosi, Toraja Coffee Paperbag dan yang penjualan dan proses produksinya ada di belakang rumah saya di Toraja adalah kopi Toraja yang bermerek dagang Kopi Sangrapuan. Memang proses produksinya sangat sederhana, tapi rasanya...... woow,,, dari aroma asap penggorengannya saja, para pasien yang memeriksakan kesehatannya di dokter yang ada di dekat lokasi terpikat hatinya. Setiap harinya tak jarang juga para wisatawan yang menyisikan waktu untuk mampir berbelanja di tempat itu. Namun dibalik cerita hitamnya kopi Toraja, ada satu masalah yang merugikan Indonesia. Kopi Toraja sudah menjadi merek dagang di Jepang oleh Key Coffee dan Amerika oleh seorang pengusaha. Indonesia tak bisa langsung menjual Kopi Toraja ke Jepang dan AS, kecuali melalui Key Coffee atau pengusaha AS tersebut. Jika mengekspor langsung, pihak Indonesia bisa dituding melanggar merek yang telah didaftarkan di sana. Padahal kopi yang di Jepang itu aslinya kopi asal Toraja. Di Jepang, kopi jenis ini termasuk barang mewah. 40 persen kopi yang dikonsumsi di Jepang berasal dari Toraja. Buktinya pada saat Pameran Eco-Product yang dihadiri Prince dan Princess Akishino tahun 2008 kemarin, stand kopi Toraja sangat dilirik pengunjung. Terlihat antrian para pengunjung yang tak sabar mencoba dan mengulangi mencicipi nikmatnya kopi asli Indonesia ini. Selain terkenal di Jepang, kopi Toraja juga sangat dilirik pemerintah Korea.


KOPI LUWAK

Udah pernah minum kopi luwak? Sebutan kopi luwak ini begitu istimewa karena kekhasan proses, kelangkaan, dan citarasa yang unik yang tidak ditemui dalam kopi jenis lainnya. 

Kopi luwak memiliki rasa seimbang antara manis, pahit dan asam, terasa lebih lama, "fruty", tidak cacat, tidak "earthy" karena penjaminan kebersihan saat pengumpulan biji kopi.

Selain itu kandungan protein yang rendah pada kopi luwak menghasilkan citarasa yang superior. Itu terjadi karena saat proses pencernaan di perut luwak, protein tercerna dan keluar dari biji kopi. Protein pada kopi menyebabkan rasa bitter saat proses roasting. Jadi semakin rendah kadar protein dalam kopi semakin kurang "bitterness" kopi tersebut.

Asal mula Kopi Luwak terkait erat dengan sejarah pembudidayaan tanaman kopi di Indonesia. Pada awal abad ke-18, Belanda membuka perkebunan tanaman komersial di koloninya di Hindia Belanda terutama di pulau Jawa dan Sumatera. Salah satunya adalah bibit kopi arabika yang didatangkan dari Yaman. Pada era "Tanam Paksa" atau Cultuurstelsel (1830—1870), Belanda melarang pekerja perkebunan pribumi memetik buah kopi untuk konsumsi pribadi, akan tetapi penduduk lokal ingin mencoba minuman kopi yang terkenal itu. Kemudian pekerja perkebunan akhirnya menemukan bahwa ada sejenis musang yang gemar memakan buah kopi, tetapi hanya daging buahnya yang tercerna, kulit ari dan biji kopinya masih utuh dan tidak tercerna. Biji kopi dalam kotoran luwak ini kemudian dipunguti, dicuci, disangrai, ditumbuk, kemudian diseduh dengan air panas, maka terciptalah kopi luwak. Kabar mengenai kenikmatan kopi aromatik ini akhirnya tercium oleh warga Belanda pemilik perkebunan, maka kemudian kopi ini menjadi kegemaran orang kaya Belanda. Karena kelangkaannya serta proses pembuatannya yang tidak lazim, kopi luwak pun adalah kopi yang mahal sejak zaman kolonial.

Luwak, atau lengkapnya musang luwak, senang sekali mencari buah-buahan yang cukup baik dan masak termasuk buah kopi sebagai makanannya. Dengan indera penciumannya yang peka, luwak akan memilih buah kopi yang betul-betul matang optimal sebagai makanannya, dan setelahnya, biji kopi yang masih dilindungi kulit keras dan tidak tercerna akan keluar bersama kotoran luwak. Hal ini terjadi karena luwak memiliki sistem pencernaan yang sederhana, sehingga makanan yang keras seperti biji kopi tidak tercerna. Biji kopi luwak seperti ini, pada masa lalu hingga kini sering diburu para petani kopi, karena diyakini berasal dari biji kopi terbaik dan telah difermentasikan secara alami di dalam sistem pencernaan luwak. Aroma dan rasa kopi luwak memang terasa spesial dan sempurna di kalangan para penggemar dan penikmat kopi di seluruh dunia.


Selasa, 25 Oktober 2016

BUTUH SEJUTA INSPIRASI



"Secangkir kopi bagiku adalah Sejuta Inspirasiku"
Mungkin kalimat itulah yang tepat untuk mulai blog pertama saya.
Karena tanpa meminum Secangkir kopi hari-hariku terasa kurang kurang sempurna!
'Ngopi' memang bikin hidup saya semakin hidup..,
xixixixixixi......

Sedikit Info dari Saya tentang pembuatan kopi yang sempurna Untuk Anda  :
Kopi terbaik mutlak dimulai dengan kacang. Kacang harus segar, terbaik jika Anda panggang mereka sendiri atau dibeli langsung dari toko yang panggang mereka di situs, kemudian disimpan dengan benar. Membeli hanya cukup untuk persediaan dua minggu kopi dan menggiling biji kopi yang tepat sebelum Anda membuat kopi. Pastikan Anda tetap penggiling bersih dan bebas dari minyak. Residu minyak akhirnya menjadi tengik dan mempengaruhi rasa kopi Anda di grinder. Hal ini dapat terjadi di toko-toko yang memungkinkan Anda untuk menggiling biji kopi di situs. Kopi yang terbaik adalah ketika Anda menggiling biji kopi yang tepat sebelum membuat itu.

Berlawanan dengan kepercayaan populer, menyimpan biji kopi Anda di kulkas tidak tetap segar --- itu hanya membuatnya stinkier. Itu benar, kopi dan biji kopi menyerap bau dari kulkas yang mempengaruhi rasa kopi. Sebaliknya, menyimpan kacang Anda di tempat yang gelap sejuk jauh dari kelembaban dan cahaya terang. Paparan oksigen tidak hanya cahaya dan kelembaban, tetapi juga adalah pembunuh rasa untuk mencicipi kopi besar. Anda akan menemukan kacang menyimpan dalam botol pengalengan atau kuali kedap udara menyimpannya segar. Jika Anda kebetulan mendapatkan banyak pada biji kopi, Anda bisa menyimpannya dalam freezer, tapi pertama-tama mengurangi pembelian massal untuk beberapa tas berisi dua minggu pasokan biji kopi. Setelah Anda mengambil tas keluar freezer, jangan refreeze, hanya menyimpan seperti yang Anda lakukan dengan kacang segar.

Membeli kopi yang baik adalah penting. Penikmat kopi yang paling mengidentifikasi kacang Arabika sebagai awal untuk mencicipi kopi besar. Sebuah pembelian kopi mengandung 100 persen biji kopi Arabika akan membuat secangkir kopi mellowest. Namun, jika rasa tidak penting, tapi konten kafein, Anda dapat mencari alternatif yang lebih murah mengandung biji Robusta. Sementara kopi mungkin memiliki gigitan jahat untuk itu, itu akan tetap luka lama karena kandungan kafein.

Air pengecapan yang buruk membuat mencicipi kopi yang buruk. Jika Anda tinggal di kota di mana air rasanya seperti klorin, air botol penggunaan semi. Anda tidak ingin air suling, karena beberapa mineral menambah rasa kopi. Air dari pelembut air benar-benar keluar dari pertanyaan.

Sayangnya, filter dapat menambah rasa yang tidak diinginkan untuk rasa kopi Anda. Meskipun filter oksigen dikelantang atau dioxin bebas sedikit lebih mahal, mereka membuat kopi yang lebih baik mencicipi daripada jenis murah basement.

Menggunakan jumlah yang tepat kopi, tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak, juga faktor kunci lain untuk cangkir terbesar Anda akan pernah rasa. Ketika mengukur kopi Anda, Anda harus menempatkan 2 ¾ sendok makan kopi untuk setiap cangkir 8 ons. Beberapa orang, bahkan restoran, menggunakan air panas dan kopi kurang untuk memotong biaya mereka. Namun, itu membuat kopi sedikit pahit dan jauh kurang enak, sehingga selalu menggunakan 200 derajat Fahrenheit suhu yang tepat menyeduh.